Make your own free website on Tripod.com
   
New Release, Halaman Utama Tutorial, Digital Arsitektur dll Karya, Presentasi dll
     
Februari 2001
 

WELCOME to ARCHITECTURE UAJY on LINE

 

Kolom   Vol I / 02

 

     
 

PANDUAN TEKNOLOGI KOMPUTER DAN KESUSASTERAAN ETNIS UNTUK ALTERNATIF PENDIDIKAN ARSITEKTUR INDONESIA BARU

 
     
 
Oleh :
Ir. Prasasto Satwiko, MBSc, Ph.D
23 Februari 2001
PDF Format
BAHASA INDONESIA
 
     
  ABSTRAK Makalah ini merupakan paduan diskusi dan hasil penelitian mengenai kemungkinan penggabungan teknologi komputer dan kesusasteraan etnis untuk alternatif pendidikan arsitektur Indonesia baru. Laboratorium berbasis teknologi komputer mempunyai potensi besar menyelesaikan masalah kekurangan laboratorium konvensional pendukung proses belajar dan mengajar yang baik. Sedang, kesusasteraan etnis mempunyai potensi besar menjadi alternatif pendekatan desain arsitektur. Penggabungan keduanya diharapkan dapat memberi kemampuan bersaing sarjana arsitektur Indonesia di tingkat dunia.

PENDAHULUAN

Makalah ini mendiskusikan potensi perangkat keras dan lunak komputer bagi kemudahan proses belajar dan mengajar bidang arsitektur, serta kesusasteraan etnis sebagai pendekatan desain baru. Diskusi dimulai dengan peringatan tentang tantangan bagi arsitek Indonesia di masa depan, dilanjutkan dengan pembahasan tentang teknologi komputer dalam pendidikan arsitektur yang didukung oleh hasil penelitian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Adanya pesan-pesan logis pendekatan desain arsitektur yang tersembunyi dalam kesusasteraan etnis, yang juga didukung oleh hasil penelitian pada arsitektur tradisional DIY, dibahas sebelum penawaran alternatif pendidikan arsitektur Indonesia baru.

TANTANGAN BAGI ARSITEK INDONESIA DI MASA DEPAN

Kondisi buruk sendi-sendi kehidupan Indonesia saat ini dan persaingan dunia terbuka yang segera datang, memberikan tantangan berat bagi pendidikan arsitektur Indonesia. Krisis politik yang mempengaruhi kondisi ekonomi (dan sebaliknya) akhirnya juga mempengaruhi sektor pendidikan. Tahun 2000 ini pemerintah hanya mampu mengalokasikan 6,8% anggarannya untuk pendidikan. Sementara itu, menghadapi era perdagangan bebas, pendidikan arsitektur dituntut untuk menghasilkan sarjana arsitektur yang mampu bersaing dengan sarjana-sarjana lulusan universitas negeri maju berpendidikan mapan..Dari sekitar 90 Program Studi Arsitektur di Indonesia (14 negeri dan 76 swasta) akan dihasilkan banyak sarjana arsitektur baru. Tidak ada data pasti tentang jumlah lulusan pertahun. Namun perkiraan lebih dari 3000 sarjana arsitektur dihasilkan setiap tahun bukanlah jumlah yang tak masuk akal. Kondisi perekonomian yang tidak menentu, juga berdampak buruk pada ketersediaan lapangan kerja. Sebagai akibat, banyak sarjana arsitektur yang tidak bekerja di bidang-bidang yang tepat bahkan menganggur terselubung. Sementara, untuk bersaing ditingkat internasional dibutuhkan kemampuan yang lebih baik.

Sebagai lulusan universitas negara berkembang, beban sarjana arsitektur Indonesia dalam persaingan ditingkat internasional tentu berat; terutama karena kualitas sarjana arsitektur Indonesia belum begitu dikenal di fora arsitektur tingkat dunia. Pasar dunia, dapat diperkirakan, masih akan ragu dengan kemampuan teknologi dan konsep desain sarjana arsitektur Indonesia (kecuali dalam beberapa kasus, dimana sarjana arsitektur Indonesia diakui kelebihunggulannya, setelah melalui pembuktian). Kiranya tidak ada jalan lain untuk memenangkan persaingan bebas secara profesional, kecuali segera memperbaiki sistem pendidikan arsitektur agar lulusannya, minimal, berkualitas sama dengan lulusan negara maju. Masalah klasik yang sering menjadi hambatan berkisar pada dua hal: keterbatasan sumber dana (untuk mengadakan laboratorium yang baik) dan kekurangberanian pengajar untuk mencari terobosan pengembangan pendekatan desain baru (agar karya memiliki ciri dan menarik perhatian dunia).

Saat ini sebenarnya ada dua gejala di dunia yang justru dapat menjadi peluang ditengah-tengah krisis: perkembangan pesat teknologi informasi dan kecenderungan manusia untuk kembali ke alam. Kedua peluang tersebut perlu disambut positif dengan: pertama, memperbaiki metoda belajar-mengajar dengan membangun laboratorium-laboratorium berbasis komputer; kedua, menggali dan mengembangkan konsep-konsep pendekatan arsitektur timur yang terkandung (atau tersembunyi) dalam kesusasteraan etnis untuk memberikan alternatif pendekatan desain yang dekat dengan alam. ... [ MORE ]

 

To read more :

Naskah ini mengandung foto-foto dan terlalu besar untuk ditampilkan dengan format homepage. Anda dapat membacanya dengan cara mendownload dalam versi .PDF dan dibuka dengan Adobe Acrobat Reader.

 

 
     
   

Baca lebih lanjut dengan cara :

- Download naskah dalam bentuk .PDF 

Jika Browser anda langsung membaca file PDF maka anda dapat mendownloadnya dengan cara : KLIK KANAN PADA LINK DAN PILIH SAVE TO TARGET [jika menggunakan Internet Explorer]

Untuk membacanya anda mesti memiliki ADOBE ACROBAT versi 4.xx.

Download Adobe Acrobat di sini

 

  Tulisan Ir. Prasasto Satwiko MBSc, Ph.D lainnya :

Upcoming :- 

 

 
 

| back |



 

(C) 2001 - Arsitektur UAJY 
| Contact Us | | About |
Best viewed with : MS Internet Explorer 4.x 800x600
Last Updated 10 Februari 2001



best viewed with 800 x 600
last update 18 January 2001